pamit
August 31, 2008
terimakasih buat semua yang udah kunjungi blog ini n kut utak-atik di dalemnya..
tapi ndn mw pamit tentang agstophier ini..
ga usah sedih,,
ni bukan perpisahan kog
cum pindahan yah..
e-mail ntar ‘lebih ndn’ :
andiner@yahoo.co.id
n blog ntar ‘keandinan’ :
http://andiness.wordpress.com
ndn tunggu di sana yak!?
lov u all muach21X!!
di agstophier ini,ndn minta maap kalo ada yang ga berkenan gitu..
n 1ce again, makasih bangett,,
God bless us,,
best regards,
-ndn-
relung
December 9, 2007
Tuhan Yesus akan menghapus setiap tetes air mata,,
baik yang tak pernah sempat mengalir namun sesungguhnya menggenangi batinmu,,
ataupun yang saat ini membanjiri ragamu,,
dan bahkan yang telah mengering,, melekatimu..
fisika oktober
December 9, 2007
(Pergumulan “gerimis Oktober” tentang “luminositas”, “lubang hitam”, “waktu imajiner”, dan bintang-bintang….) Panggil aku “gerimis” Aku punya teman. Ia baru saja menyandang gelar “dokter bintang”.Dan kini ia membuka bengkel untuk bintang. Kira-kira…apakah bintang-bintang akan berbondong-bondong ke sana untuk reparasi? Sebut saja “bintang kecil”, “bintang jatuh”, dan juga “bintang dingin”. Kata temanku, mereka sudah pesan tempat di bengkel bintang milik dokter bintang.. wow… Tapi…, bagaimana dengan “bintang diam”, yang dibawa oleh orbit yang lebih luar? Apakah ia juga akan turut serta meski harus meronta? Indah sekali…., menyaksikan mereka bertumbukan, kemudian memendarkan sinar. Kapankah bintang-bintang dari berbagai galaksi itu akan runtuh bersama menuju satu titik….bengkel bintang? Luminositas. Mungkin itu yang akan mereka periksakan pertama kali. Karena, kata temanku, sang dokter bintang, selain jarak, kecemerlangan bintang tergantung pada luminositasnya. Namun sesaat kemudian, tiba-tiba saja bintang-bintang itu mengkerut, dan kulihat ruang-waktu melengkung tak terhingga pada “lubang hitam” yang memancarkan panas. Garis dari cahaya yang kecepatannya tak tertandingi pun tak mampu melepaskan diri dari tapal batas terluarnya yang bernama “Horizon Peristiwa”. Aku memilih bergegas turun untuk menemui dokter bintang, dan aku sangat tak sabar untuk berkata, “Teman, bagaimana kalau kau membuka praktek bengkel untuk hujan? Terkadang kami pun flu bila terlalu lama dan sering berhujan-hujan..” Kuharap ia bisa dan mau mengerti, Tanpa harus kuceritakan kisah yang tak kuketahui bagaimana akhirnya, Mungkin hingga waktu imajiner, yang memuat faktor akar minus satu itu tiba. Oh, iya…, ngomong-ngomong tentang waktu nih…, aku penasaran… Apakah “waktu “ mengenal “lelah” ?Kalau mereka sempat berkenalan…, Apakah “waktu” akan mengizinkan “lelah” untuk singgah?Ataukah…, waktu terus berlari meski tanpa kaki? Djogdja, 20 Oktober 2006 Pergumulan gerimis Oktober nigh…, pada Fisika Oktober, Inspirasi ini muncul setelah aku baca buku “Teori Segala Sesuatu”, yang nulis tuh… : (bayangkan terdengar bunyi “ting tong!!”) Stephen W Hawking. Hmpf,,
tahukah kalian.,.!?
December 9, 2007
Di manakah para penjual mimpi itu?bolehkah aku meminjam timbangan? Agar tahu seberapa berat rindu yang digendong temanku. Di manakah tim dosen kimia amamiku?Bagaimana caraku mengukur kadar titrasi harapan temanku yang tersisa? Di manakah para penjahit?Maukah mereka menambal perasaan temanku yang telah terkoyak? Di manakah para pengukur jalan?Dapatkah mereka mengukur pertanyaan temanku dengan meteran? Akupun ingin meminjam cermin, Yang dapat menerjemahkan ke dalam benakku,,Kapan terakhir kalinya aku mengalami deskuamasi cinta.. Tahukah kalian, Bahwa sesungguhnya aku tak perlu mencari merekaDan tak perlu meminjam ornamen-ornamen yang mereka punya Karena rasa percaya adalah jawaban untuk ketidakmengertian,,Harapan adalah jawaban dari ketiadaan,,Dan kasih adalah jawaban tiap perkara.. the last:dari ndn untuk ndn dan oleh ndn: ”Ada kebahagiaan yang tak kan terenggut meskipun kita harus membayar konsekuensi. Keutuhanmu membuatmu tak perlu diperlengkapi hal semu apapun, kamu tetap ndn”
sedikit tanya tentang fisika cinta
December 9, 2007
Dalam ilmu fisika, kita tau kan bahwa gravitasi akan semakin kuat kalo jarak antara kedua benda semakin dekat?
tapi aku percaya hal itu ga berlaku untuk “cinta”.
lalu…, apakah konstanta kosmik yang berlaku?
Mungkin juga cinta ga gentar dengan pernyataan bahwa luminositas bintang dari galaksi lain, dapat kita ukur jaraknya dengan mengukur kecemerlangannya. Tapi…, apa waktu imajiner yang memuat faktor akar dari –1 (minus satu), akan berlaku untuk cinta?Entahlah… Kog ga jelas gini yah?? Huuffff…, jadi ngepost ini ato ngga’ yah?? Gimana duonk? Enaknya piye nig?! -ndn yang bingung-
sauh
December 9, 2007
aku mencari
bukan dentum membahana
namun getar berdenting
terpetiknya dawai jiwa
biar tak lagi ku terpenjara
dalam celah pekat kerapuhan
mungkin lelah
atau juga bosan
tapi akan terus ku cari
hingga kehampaan terselami
dan ketiadaan ku dapati