pamit

August 31, 2008

terimakasih buat semua yang udah kunjungi blog ini n kut utak-atik di dalemnya..

tapi ndn mw pamit tentang agstophier ini..

ga usah sedih,,

ni bukan perpisahan kog

cum pindahan yah..

 

e-mail ntar ‘lebih ndn’ :

andiner@yahoo.co.id

 

n blog ntar ‘keandinan’ :

http://andiness.wordpress.com

 

 

ndn tunggu di sana yak!?

lov u all muach21X!!

 

di agstophier ini,ndn minta maap kalo ada yang ga berkenan gitu..

n 1ce again, makasih bangett,,

 

God bless us,,

 

best regards,

-ndn-

stadium 22 (?)

June 21, 2008

bulan juni tanggal 21

tapi belom tepat jam setengah enam

makasih Tuhan,,

makasih semua,

 

– keseluruhanku –

keterakhiranku dalam stadium 21,

yang kata orang sudah,

tapi bagiku detak-detak itu akan,,

 

akhir 21

June 20, 2008

inilah akhir 21 ku.

makasih Tuhan,,

 

 

beloved hands,,

June 13, 2008

 

keren bgtttss!!

June 13, 2008

wow!

June 1, 2008

12 bulan dalam 2008,,

yang diawali hari minggu..(?)

cuma bulan juni!

-i love u,, my JesusLord-

 

hebi b’dei my CITO

June 1, 2008

tumpeng CITO

emang ga da yang boleh cabut akar! terlebih yang berbuah,,

-10 April 2008-

 

 

: “Notasi Rumput” [Nyanyian Rumput Kecil]

NYANYIAN RUMPUT KECIL

 

[Kisah antara “rumput kecil” dan “penerbang tinggi”, ditemani “galaksi”, “cakrawala” dan “rumput biru”]

Musim hijau,

Pukul 05.00 Waktu Indonesia Bagian Lapangan Rumput.

Penerbang: Hhhmmmmppffff….

(menghela napas panjang, berdiri di atas rumput hijau, menatap cakrawala).

Rumput: Cakrawala…, apa kau juga mengenalnya, Penerbang tinggi?

(bertanya pada penerbang).

Penerbang: Hei…, Rumput kecil.. Iya. Dia temanku. Apa dia juga temanmu?Rumput: Tentu saja.Penerbang: Bagiku, arti teman itu luas. Teman dari temanku adalah temanku juga. Itu aku pegang kuat-kuat.Rumput: Berarti…, kita teman?

(tampak geli setelah mengajukan pertanyaan itu).

Penerbang: (mengangguk, kemudian tersenyum)

Rumput

: Dia menjadi batas pemisah antara kita.

Penerbang: Tapi dia juga yang menghubungkan kita, bukan?Rumput: Sepakat. (tertawa ringan) Bagaimana kabar cakrawala?Penerbang: Dia masih tetap sama, seperti dulu. Horizontal.

(tersenyum)

Rumput: Ketika kau terbang, apakah perspektifmu berbeda?Penerbang: Entahlah, (menggelangkan kepala) aku belum pernah memperhatikan hal itu selama ini.

Rumput: Yang pernah aku ketahui secara berbeda adalah ketika cakrawala tampak vertikal.Penerbang: Benarkah? Dapatkah itu? Aku belum pernah melihatnya.

(tampak terkejut).

Rumput: Kemari. Berbaringlah miring, di sini. Kau akan tahu yang aku maksud.

Penerbang: (berbaring di atas rumput hijau dengan posisi tubuh miring, menatap cakrawala). Hei… betul juga…!!!!Rumput: (tertawa)

Penerbang

: Aku jadi ingat…, (berbicara dengan tubuh terbaring miring sambil menatap cakrawala). Dulu, aku pernah, siang hari, tanpa embun dan dengan terik matahari, aku tidur di atas rumput. Rasanya kering, panas, menyebalkan, dan sangat gatal! (berapi-api).

Rumput

: Sssssssttt….. iya, aku mengerti. Tetapi sekarang berbeda, bukan? Lihat, sama sekali tidak panas, tidak kering. Kemarin aku disiram hujan, dan pagi ini embun melumuriku.

Penerbang: Ya…, aku tahu.Rumput: Sekarang cobalah berbaring dengan benar. Penerbang: (mengubah posisi, kini berbaring terlentang). Hmm…matahari belum terik…Rumput: Pejamkan matamu…, sejenak saja. Lalu hirup udara pagi ini, dan resaplah embun-embun yang menempel pada helai hijauku tadi. Rasakan…Penerbang: (melakukan apa yang dikatakan rumput). Ya, aku merasakannya.Rumput: Nanti, saat aku mulai kering, seperti yang pernah kau rasakan dulu, beranjaklah…, kembalilah ke langit.

Beberapa saat berlalu. Satu detik, tiga detik, lima, tujuh, sembilan, duabelas, duapuluh satu…, entah berapa detik berlalu..

Galaksi: Penerbang….!! Penerbang…!!Rumput: Hei, suara apa itu?!Penerbang:(menyimak)

Selanjutnya suara Galaksi terdengar lagi sampai beberapa kali.

Rumput: Bukankah itu suara Galaksi? Dia memanggilmu.Penerbang: Iya. Saatnya bertugas.

Rumput: Kau harus segera pergi.Penerbang: Iya… Ah, terimakasih.. sampai jumpa Rumput kecil.

(bersiap untuk pergi)

Rumput: (tersenyum) hei…, tunggu sebentar!!! Itu….sayapmu?? Kau terbang membawa sayap?

Penerbang: Tentu saja. Ada apa?Rumput: Penerbang tinggi, bukankah kau mampu terbang tanpa sayap yang sesungguhnya lebih rapuh dari kakimu itu?Penerbang: Sesungguhnya memang demikian. Apakah menurutmu, lebih baik aku menanggalkannya?Rumput: Mungkin sebaiknya begitu.. Tinggalkan saja untukku. Letakkan di sini, biar kusimpan untuk kenang-kenangan.

(tertawa kecil)

Penerbang: Baiklah (tersenyum lebar).Sesungguhnya aku memang tidak terlalu memerlukannya. Rumput kecil, sampai jumpa….

Rumput : (melambai seiring hempasan angin kecil yang berhembus ketika penerbang tinggi itu beranjak)

Musim berlalu ¾ waktu.

Musim kuning.

Siang hari.

Cakrawala: Satu pesan diterima! Untukmu rumput kecil…Rumput: Apakah dari penerbang tinggi?Cakrawala: Tepat! Katanya, aku tampak seperti baling-baling lepas dari porosnya, bukan vertikal atau horizontal.

(tertawa)

Rumput: (juga tertawa). Bagaimana kisahnya di angkasa?Cakrawala: Bintang-bintang yang biasanya menyebar, kini berarak mengikuti geraknya. Gemuruh awan turut pada derunya.

Rumput: Hhmmmppfff…, Rupanya dia punya banyak teman… oh, iya.., bagaimana senyumnya?Cakrawala: Uuummm…, entahlah.., aku tidak punya kamus untuk itu. Tadi malam juga sudah kucari rumusnya di laci mejaku, namun tidak juga kutemukan. Tapi yang aku tahu, matahari tampak redup di balik kilaunya..

(tampak kagum)

Rumput: Wow!! Aku hampir tidak percaya dia setenar itu di sana. Tapi…, matahari memang baik, bukan? Dia selalu mengalah untuk menyenangkan temannya.

Cakrawala: Ah…, aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu. Aku benar-benar tidak punya rumus ekspresi maupun kamusnya. Hei…!!! Itu dia!! Apa kau melihatnya?!

(menunjuk ke arah udara, tampak penerbang tinggi)

Rumput: Iya.., aku melihatnya.. (terpana)

Cakrawala

: (menatap rumput kecil). Jadi dengan cara itu kau menyapanya? Membiarkan tubuhmu melambai seiring dengan hempasan udara yang menerpamu ketika dia melesat?

Rumput: (tersenyum). Hanya itu yang bisa kulakukan saat ini, dari sini.

Musim telah berganti…, sejak ¾ waktu yang lalu.

Musim biru.

Sore hari..

Penerbang: Apa yang terjadi? Mengapa aku merasa ada perubahan yang sangat jelas? Tetapi apa? Bagaimana aku menerjemahkannya? Maaf, apa kalian bisa menjelaskannya padaku?Rumput biru: Maksudmu? Penerbang: Maaf, aku mencari teman lamaku… rumput kecil..Rumput biru: Musim lalu, ada reboisasi di sini. Sepertinya kami tiba setelah teman lamamu pergi.Penerbang: Apa kalian tahu ke mana rumput-rumput lama itu pergi? Di mana aku bisa mencarinya? Apakah dia meninggalkan pesan untukku?Rumput biru: Maaf, kami tidak tahu. Tapi coba tanyalah pada cakrawala. Bukankah selama ini dia yang menjadi sekat dan juga menghubungkan kita?

Senja ungu.

Cakrawala: Hhhmmm…, aku juga tidak tahu ke mana rumput kecil pergi. Sayang sekali…, maaf, aku tidak bisa membantumu.Penerbang: (tampak sedih…, lelah..)

Cakrawala

: Ehm…, tapi dia… dulu pernah menitipkan sesuatu untukmu, Penerbang tinggi.

Penerbang: Rumus perpisahankah???Cakrawala: Bukan itu. Kalau tentang rumus itu, aku rasa dia juga tidak memilikinya. Dia menitipkan nyanyian untukmu.

Penerbang

:Nyanyian? Maksudmu lagu? Seperti apa?

Senja menjadi bening.

Penerbang:(di atas rumput, berbaring dengan posisi tubuh miring, menatap cakrawala vertikal)

 

NOTASI RUMPUT

D G D Em Bm

Ketika lelah kau dapati

C D

Rebah sejenak pada nadiku, pejamkan matamu

G D Em Bm

Resap embun yang melekatiku

C D

Hirup pagi, penuhkan ruang, segar jiwamu

Em Bm

Saat tiba ku mengering,

C D

dan galaksi memanggilmu

Em Bm C D

Beranjaklah ke langit yang merindukanmu

Em Bm

Tanggalkan sayap rapuhmu,

C D

letakkan untuk kukenang

C D

Terbanglah dengan asa dalam batinmu

G D

Dan ku kan tetap di sini,

Em Bm

bertanya pada cakrawala

Em Bm C D

Seperti apa senyummu di angkasa, kawan

G D Em Bm

Bila musim berganti, bawa kau kembali

C

Relung hati telah tergali,

D G

dan ku tak kan lagi di sini

Em D C D

Pulanglah ke langitmu, tengoklah cakrawala

C D Em D C D

Tanyakan nyanyian yang kutitipkan padanya

G D Em D

Ketika kau terbang kembali

C D

bersama mimpi dalam hatimu

 

Akankah kau dentingkan

Notasi rumput per sekon waktu

 

Malam.

Tanpa bintang, bulan, matahari, meteor, black hole, adiknya Jupiter, maupun planet ke sepuluh. Juga tanpa alien, UFO, doraemon, kucing, drakula, ataupun vampire.

Dingin

Gelap.

Sunyi.

Tapi ada gerimis.

Di sana, tepat di atas penerbang tinggi yang sedang berbaring dan memejamkan mata.

Orang-orang sering menyebut gerimis itu Puteri Hujan.

Namun nama sebenarnya adalah..

Jeruji langit

ndn diar, 19 Oktober 2006

Mengenang seorang teman yang pernah kupanggil Hagi.

“Baris terakhir dari lagu itu belum aku kasih nada.

Coz aku ga tau gimana mengakhirinya.”

 

 

 

 

 

doa bareng

January 6, 2008

Doa bareng   

Tentang malam natal 2007 

Ada hal baru yang aku suka.. 

Ngajak    

 d  o  a        b  a  r  e  n  g       temen-temenku (yang jarak jaoh gituuuu..)

Lewat     h a p e..

& temen yang aku telpon itulah yang pimpin doa.. 

hehe..  buat temen2 yang udah aku ajak doa bareng aku  di malam natal 2007 kemaren yang dalam kesempatan sempit itu udah pimpin doa dalam doa bareng, makasih bangetts…,, rasanya luar biasa bangetts loh doa bareng kalian.. meski kita jaoh,, meski kita ga terlalu saling kenal, meski lama ga ketemu, meski ga tau tepatnya pergumulan kalian tuh apa, meski ga tau kalian ada di mana, meski aku ga bisa liat kalian,  Tapi, bersatu hati di dalam doa kayak waktu malam natal itu, mengucap syukur bareng pada Tuhan di malam natal itu, naikkan harapan dalam doa bareng di malam natal itu, bener2 rasanya (hduhhh!! Gimana ungkapinnya!!!?) intinya, makasih yak!  Regards, ndn   Hehe lagi!

_____….Sms terakhir yang masuk sekitar jam 21…____  

#  B e r  #
always remember , life is never without problem, never without difficulties, never without hurtful moments, but never without God lean on! Trust Him! =) GBU..

[ 31 Desember 2007 ; 20:46:26 ]

*******
 

#  A n j i  #
ndn, 1 kesempatan lagi y!! jawabnya sebelum 2008
[ 31 Desember 2007 ; 20:54:43 ]

*******
 

#  R o m a n  #
JC says: “don’t look down, cz u’ll dpressed! Don’t look arround, cz u’ll impressed! Just look up on Me, & u’ll b blessed!” met menyongsong taon br ’08 d Ndn syg. JCLU

[ 31 Desember 2007 ; 20:56:27 ]

*******
 

#  j K o e n  #

iya ndin, pie?
[ 31 Desember 2007 ; 20:59:54 ]
 


#  H i g h a  #

Met taon baru ya! Hope u will get the best 4 u! 😉

[ 31 Desember 2007 ; 21:00:10 ]

*******
 


#  Y o s h u a  #

(gambar gituuuuu) ndn, can I stay in ur inbox till new year? So I won’t be late 2 greet u a blessed new year.. God bless u.. ^^
[31 Desember 2007 ; 21:01:49 ] 

*******
 

#  m b a k   N o v i  #
ga ada yang terlalu berat ato ringan. Semua diberikan sesuai dengan kapasitas u. kalo ada soal pasti ada jawaban. Kalo ada masalah pasti ada jalan keluar. Kalo kita deket Tuhan, masalah sebesar apapun pasti terselesaikan..

[ 31 Desember 2007 ; 21:18:09 ]

*******
 

 

#  G a l e h  #
‘ d last 21,, on ur hours 21. 21 (wia) in this year.. for looking back on d live rich full experience, u’ll feel 2 lot of hands beside u.. open their hands n ready to support u always, & in one of them, u’ll saw my hands to. Cheers, let’s pray, GBU! 🙂
[ 31 Desember 2007 ; 21:20:19 ]

*******
 

#  m b a k   A t i k  #
(bikin gambar2 beruang gituuuuu – ada 3 beruang
) Konichiwa – Japan Bear. Eskimo Bear. Indian Bear. Say : “happy new year” JC loves u

[ 31 Desember 2007 ; 21:51:47 ]

*******